Hai, apa kabar?
Kamu!
Ya, kamu yang ulang tahun tepat 1 bulan setelahku
Ya, kamu yang menyapaku tepat di tanggal 22
Tanggalmu dan tanggalku
Kabarku
Aku...
sedang tidak baik
Aku...
rindu.
Kalau boleh memilih, boleh aku putar kembali waktu?
Satu tahun kurang satu bulan dari hari ini
Tidak, tidak perlu aku membalas sapaanmu saat itu harusnya
Biar saja
Diamkan
Diamkan fotomu yang menghadap ke belakang itu
Sungguh tidak ada niatan saat itu
Bahkan aku membalasnya dengan candaan lirik lagu
Karena tidak ada niatan
Ah isengi saja orang ini pikirku
Memang, yang tidak ada niatan itu berujung kebalikan
Kamu bukan orang asing ternyata
Kamu kenal teman-temanku
Kupikir aman
Kamu pun tahu
Saat itu
Aku sangat sulit percaya pada orang
Hingga kamu berhasil
Berhasil mengubahku
Entah aku harus berterima kasih atau tidak
Dari situ aku mulai menemukan
Arti dari rasa nyaman
Menilaimu menjadi teman terbaik yang pernah aku temukan
Aku masih ingat keisenganku di telpon kala itu
Membuatmu mengirimkan martabak jauh jauh dari kotamu
Ku sadari kini, ah modusmu ternyata
Tuhan pertemukan kita di kotaku
Kamu diluar dugaanku
Boleh aku bilang tampangmu jelek?
Tapi dengan obrolan kala itu
Tampang bukan segalanya ternyata
Dengan sedikit kesalahan kantormu
Aku jadi memiliki lebih banyak waktu denganmu
Kali ini aku menemukan arti dari
"Berdua lebih seru"
Kamu pun tahu
Sebelum mengenalmu
Aku adalah perempuan yang sangat mandiri
Meskipun terkadang kamu mengejekku dengan kemandirianku
Ah..
Sejak pertemuan itu
Aku semakin runtuh
Hingga akhirnya kamu berhasil
Kali ini berhasil membuatku menaruh hati
Memang, ketika perasaan sudah berada lebih depan dibanding logika
Bodoh adalah kata paling tepat
Tapi aku senang kala itu
Doa kuharap semoga bahagia selalu menghampiri
Tapi Tuhan sedang menunda kebahagiaanku rupanya
Hingga hari itu pun tiba
Sungguh aku masih ingat suasana itu
Langit mendung
Hujan tidak henti
Kabar banjir melanda kotamu
Namun tidak ada kabar darimu
Khawatir, sungguh
Jangan tanya berapa panggilan aku lakukan
Cukup membuatku malu
Kamu muncul dengan kabar itu
Sakit, sungguh
Aku sudah salah menilai
Salah
Terlalu banyak yang salah
Dua hati sudah tersakiti
Ah...
Memang tidak bisa dilupakan
Aku masih sangat merasakan sakitnya
Kamu menambatkan trauma yang cukup dalam
Bahkan hujan, mendung
Aku takut dengan hal itu kini
Lelah tiba-tiba melandaku
Dilain hal
Aku masih
Rindu...
Komentar
Posting Komentar